Kota Banjarmasin yang terdiri dari 5 kecamatan merupakan kota terkecil kedua setelah Yogjakarta yang saat ini pemerintah Kota sedang gencar-gencar dalam menangani permasalahan sampah.

Walikota menyambut baik dengan adanya rakernas ini serta menjadikan kota Banjarmasin sebagai tuan rumah kegiatan ini.

"Permasalahan sampah plastik di kota Banjarmasin menjadi hal yang sangat serius, sehingga perlu ada pembenahan" ujar Ibnu Sina.

Indonesia sendiri menjadi peringkat ke dua negara "penyumbang " sampah plastik terbesar di dunia yaitu sebesar 3,2 Juta Ton (tiga koma dua juta ton ), setelah Tiongkok yang sebesar 8,8 Juta Ton (delapan koma delapan juta ton ) disusul oleh Filipina diperingkat ke tiga yaitu sebesar 1,9 juta ton (satu koma sembilan Juta Ton)

Pemerintah kota Banjarmasin telah membuat walikota (perwali) No 18 tahun 2016, terhitung muali 1 Juni 2016 telah melarang penggunaan kantong plastik di seluruh riel,mini market, hypermart , dan mall do kota Banjarmasin.

Tuti Hendrawati Mintarsih dalam sambutannya beliau mengucapkan selamat serta memberikab apreasi tinggi kepada kota Banjarmasin karena pada Periode pertama kota Banjarmasin dapat melakukan penurunan jumlah penggunaan kantong plastik yang hampir 40% dari pada awal tahun.

turut hadir juga dalam rakernas ini walikota Balikpapan, Bupati Tabalong,wakil bupati Hulu Sungai Tengah, wakil Bupati Tapin, Kepala Pusat Penelitian Lingkungan dan Kehutanan (KAPUTANLINGHUT), kepala BLH Seluruh Indonesia, Ketua APRINDO, PARA PENGUSAHA / Pelaku Usaha Ritel.

Dalam rakernas ini juga terdapat diskusi panel terhadap rancangan peraturan guna penggunaan kantong plastik yang akan dilaksanakan secara bertahap diseluruh Indonesia.