Pada tanggal 18 Mei 2016, Dekranas menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang diikuti oleh hampir 800 peserta diantaranya para Ketua Dekranasda Provinsi, Kabupaten dan Kota serta anggota ataupun pengurus Dekranas Pusat. Acara pokok rakernas adalah diseminasi program masing – masing bidang dalam organisasi Dekranas sambil menghimpun laporan dari Dekranasda Provinsi seluruh Indonesia.

            Pada kesempatan ini juga diluncurkan icon “ Kriya Nusa” dalam mempromosikan maha karya produk kerajinan anak bangsa yang penuh kreatifitas berbasis budaya menuju pasar dunia yang digitalisasi.

            Pameran Dekranas dilaksanakan pada Tanggal 17-20 Mei 2016 di SMESCO Jalan Gatot Subroto Jakarta Selatan. Pameran ini menjadi momen penting untuk perubahan konsep pameran secara signifikan dengan mengedepankan edukasi dan pelatihan. Selain menyajikan produk – produk unggulan Dekranas yang berasal dari seluruh Indonesia. Dekranas juga berkomitmen untuk mengangkat tenun Indonesia dalam berbagai programnya. Para perajin tenun yang kerajinannya sudah termasuk langka atau kurang diminati karena berbagai hal seperti regenerasi yang mandek, kurang promosi maupun kurang pelatihan di berbagai wiayah di nusantara yang sangat membutuhkan pendampingan maupun sentuhan promosi dari Dekranas akan diberi perhatian lebih dan dibina.

Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), Mufidah Jusuf Kalla, menganjurkan agar kerajinan menjadi salah satu mata pelajaran dalam kurikulum pendidikan, terutama untuk Sekolah Dasar. Hal ini dimaksudkan agar ada regrenasi serta pendalaman secara menyuruh terhadapa seni kerajinana tangan.

“Dorong mereka untuk memanfaatkan sumber daya alam yang ada disekitar mereka dan menjadikan produk kerajinan kelas dunia,” ujarnya.

            Dalam acara tersebut, Iriana Joko Widodo, Ibu Negara beserta rombongan berkeliling mendatangi stand-stand kerajinan yang berasal dari 34 provinsi, dan Provinsi Kalimantan Selatan mendapatkan stand di blok