Permasalahan pembangunan daerah kota banjarmasin yang menjadi mata rantai fokus pembangunan adalah perekonomian daerah kota banjarmasin yang belum mampu mengoptimalkan kesejahteraan masyarakat. Hal ini dibagi menjadi beberapa unsur terkait, yaitu : Sumber daya manusia belum memeiliki daya saing yang tinggi , Masih adanya gangguan keamanan dan ketertiban umum daerah, lingkungan hidup belum berkualitas baik dan pemanfaatan ruang belum selaras dengan kondisi daerah , Masih ada kesenjangan kehidupan sosial ekonomi masyaraka, Masih rendahnya pertumbuhan ekonomi daera, Belum tercapainya tata kelola pemerintahan yang baik ( good Governance ), Belum maksimalnya sarana dan prasarana pelayanan publik.

 

Fokus kegiatan pembangunan pada tahun 2017 adalah Menciptakan wirausaha baru dan menggiatkan parawisata sungai untuk memacu pertumbuhan ekonomi 2017 menuju Banjarmasin Baiman  

 

Dalam Rapat Paripurna kali ini juga membahas Bantuan Guru Mengaji, Anak Yatim dan Para Jompo yang merupakan Inisiatif DPRD Kota Banjarmasin.

 

            Dalam sambutannya Walikota Banjarmasin Ibnu Sina menyampaikan bahwa Perda Tentang Pembentukan dan Susunan organisasi Perangkat Daerah Kota Banjarmasin dapat direalisasikan paling lambat pada akhir Agustus.

 

“peraturan daerah tersebut menjadi dasar dalam pelaksaan pemerintahan yang akan berjalan.’ ujar Ibnu Sina.

 

            Pada kesempatan ini ketua DPRD Kota Banjarmasin menyatakan bahwa rapat ini bukanlah mengmabil keputusan, akan tetapi rapat paripurna tersebut dianggap sah karena di hadiri oleh 39 orang dari berbagai fraksi.

            RPJMD Kota Banjarmasin 2016-2021 diakhiri dengan penandatanganan Nota Kesepakatan antara Pemerintah Kota Banjarmasin dengan DPRD Kota Banjarmasin yang nantinya akan di ajukan ketingkat provinsi untuk di evaluasi.