Konferensi Internasional Transformasi Sosial dan Intelektual Orang Banjar Kontemporer kerjasama antara Institut Agama Islam Indonesia (IAIN) Antasari Banjarmasin dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan Pemerintah Kota Banjarmasin.

            Dalam sambutannya Walikota Banjarmasin Ibnu Sina menyampaikan ucapan selamat datang kepada kulaan banjar dan apresiasi atas inisiasi IAIN Antasari dalam penyelenggaraan kegiatan ini.

            Kajian tentang orang banjar memang sangat mendesak untuk dilakukan. Ada tiga point penting dalam  Transformasi Sosial dan Intelektual Orang Banjar Kontemporer, yaitu :

1.       Diaspora urang banjar hingga lingkup Asia dan Timur Tengah. Kajian ini penting untuk membangun modal sosial bagi pembangunan di banua kita.

2.       Sisi kekinian urang banjar. Membincangkan urang banjar kontemporer tentu tidak bisa dilepaskan dari masa lalu. Karena itu, penting sekali melihat bagaimana transformasi urang banjar masa kini, baik dari sisi perubahan maupun kesinambungan identitas agama, sosial dan budaya.

3.       Terkait dengan transformasi sosial, tentu dinamika intelektual islam urang banjar juga menjadi point penting untuk diperbincangkan karena sosial-historis, islam banjar memiliki posisi dan peran yang sangat signifikan dala jaringan intelektual islam nusantara.

            Pada kesempatan ini Walikota Banjarmasin menyerahkan plakat kepada beberapa perwakilan daerah.

            Ibnu Sina menegaskan bahwa kajian seperti ini terus dilakukan sehingga memberikan sebuah pemahaman yang mendalam bagi kita bagaimana migrasi orang banjar, bagaimana adaptasi orang banjar, tranformasi intelektualnya dan kajian-kajian kontemporer lainnya.

            Membuka terjadinya kerjasama dari sisi universitas ke universitas, dan universitas lain di Asia Tenggara untuk melakukan kajian tentang banjar.

            Serta sebuah langkah awal dan ada tindak lanjut seluruh kegiatan yang bermanfaat seperti ini. Mohon dukungan apapun yang mereka ketahui tentang Kota Banjarmasin, bisa disampaikan melalui tulisan, sosial media dan melalui kajian-kajian lainnya di tingkat universitas atau perguruan tinggi. Sehingga Banjarmasin dan Kalimantan Selatan dikenal di seluruh Asia Tenggara”, ujar beliau.