Gerakan Literasi Sekolah merupakan Implementasi dari Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti. Gerakan ini bertujuan untuk menjadikan sekolah-sekolah memiliki budaya membaca setara dengan sekolah-sekolah di negara-negara maju lainnya. Program ini menerapkan program membaca yang berkelanjutan dimana semua orang yang berada di sekolah (Guru, Siswa, Kepala Sekolah) melakukan program membaca setiap hari dengan alokasi waktu yang telah ditentukan.

            Dalam sambutan Walikota Banjarmasin Ibnu Sina yang dibacakan oleh Asisten Administrasi Setdako Banjarmasin Drs. H. Gazi Akhmadi, M.AP, menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Banjarmasin ikut ambil bagian dalam gerakan literasi ini bersama-sama dengan masyarakat untuk menciptakan ekosistem pendidikan dan kebudayaan berbasis kearifan lokal yang berorientasi pada penumbuhan budi pekerti.

            “Kegiatan yang diwujudkan dalam bentuk peningkatan mutu kebahasaan tenaga pendidik ini dimaksudkan untuk menghasilkan tenaga literasi yang andal. Dengan demikian, penyampaian budaya gemar berliterasi di kalangan masyarakat dapat terlaksana dengan lebih efektif”, ujar Ibnu Sina.

            Sambutan diakhiri dengan mengucapkan “Bismillahirrahmanirrahim”, Seminar Nasional Gerakan Literasi dan Pembelajaran Kurikulum 2013 Berbasis Kearifan Lokal secara resmi dibuka oleh Asisten Administrasi Setdako Banjarmasin Drs. H. Gazi Akhmadi, M.AP.

            Pada kesempatan ini Asisten Administrasi Setdako Banjarmasin Drs. H. Gazi Akhmadi, M.AP menerima buku dari narasumber.

            Sebelum penyerahan penghargaan IGI Award kepada guru honor berdedikasi tinggi, Walikota Banjarmasin Ibnu Sina memberikan arahan kepada peserta seminar, Mudah-mudahan tradisi membaca dan menulis menjadi tradisi di kalangan anak didik kita. Siapa pun guru yang menghasilkan karya tulis, kita akan memberikan apresiasi di Bulan Bahasa atau di Hari Jadi Kota Banjarmasin.

            Kota Banjarmasin menjadi salah satu alternatif tujuan, dengan wisata sungainya, dengan kearifan lokalnya. Melalui kearifan lokal, peradaban Banjarmasin bermula dari sungai. Mudah-mudahan banyak tulisan mengenai kearifan lokal.

            Kepada narasumber untuk tidak terus mendorong untuk guru-guru dalam menulis, untuk menjadikan Kota Banjarmasin menjadi salah satu Kota Literasi.

            Nominasi Penghargaan IGI Award adalah :

1. Noor Yati, guru honor Madrasah Al Ashriyah Banjarmasin dengan masa kerja 18 Tahun (sejak 1998).

2. M. Syahli, guru honor SDN 1 Mantuil Banjarmasin dengan masa kerja 10 Tahun (sejak 2005).

 

            Pada kesempatan ini Walikota Banjarmasin Ibnu Sina menerima buku-buku dari para narasumber

            Narasumber Seminar Nasional Gerakan Literasi dan Pembelajaran Kurikulum 2013 Berbasis Kearifan Lokal adalah :

1.Drs. Satria Dharma, MM dengan materi “Gerakan Literasi Sekolah. Apa, Mengapa, dan Bagaimana”;

2.Dr. Abdul Kamil Marisi, dengan materi “Memproses Pembelajaran Dengan Kearifan”;

3.         Drs. Ahmad Barjie dengan materi “Perang Banjar       Barito”.